DJP Gandeng Tokoh Agama untuk Tingkatkan Kepatuhan Pelaporan SPT Tahunan
Di tengah periode pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kendari terus memperkuat edukasi kepatuhan pajak melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menggandeng tokoh agama dalam kegiatan Pekan Panutan yang diselenggarakan di Gereja Katolik Paroki Santo Clemens Mandonga, Kota Kendari, pada Kamis (10/4). Kegiatan ini dikemas dalam bentuk pembuatan video imbauan pelaporan SPT Tahunan yang akan disebarluaskan melalui berbagai platform media digital. Langkah ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak wajib pajak sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melaporkan pajak secara tepat waktu.
Tokoh Agama Ingatkan Pajak Sejalan dengan Nilai Moral
Tokoh agama Katolik, RD Stephanus Chandra, menyampaikan bahwa kepatuhan terhadap kewajiban pajak selaras dengan nilai moral dan tanggung jawab dalam kehidupan beriman. Ia menegaskan bahwa ketaatan tidak hanya diwujudkan dalam kehidupan spiritual, tetapi juga sebagai warga negara yang baik. Salah satu bentuknya adalah dengan melaksanakan kewajiban perpajakan secara jujur dan tepat waktu.
Menurutnya, kesadaran membayar dan melaporkan pajak merupakan bagian dari kontribusi nyata kepada masyarakat dan negara.
Coretax DJP Permudah Pelaporan SPT Tahunan
Dalam kesempatan tersebut, RD Stephanus Chandra juga mengingatkan bahwa proses pelaporan SPT Tahunan kini semakin mudah dengan hadirnya Coretax DJP, sistem perpajakan modern yang terintegrasi secara digital. Selain itu, pemerintah juga memberikan relaksasi batas waktu pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi hingga 30 April 2026, sehingga wajib pajak memiliki kesempatan lebih luas untuk memenuhi kewajibannya. Ia pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kemudahan tersebut dengan sebaik-baiknya serta tidak menunda pelaporan pajak. Kepatuhan pajak merupakan bentuk partisipasi nyata dalam mendukung pembangunan nasional.
Strategi Humanis DJP dalam Meningkatkan Kesadaran Pajak
Kepala KPP Pratama Kendari menjelaskan bahwa pelibatan tokoh agama merupakan bagian dari strategi untuk membangun kesadaran pajak secara lebih luas dan berkelanjutan. Tokoh agama memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mampu menyentuh nilai moral dan kesadaran kolektif masyarakat. Pendekatan ini dinilai efektif untuk memperkuat pemahaman publik tentang pentingnya kepatuhan perpajakan.
Pajak sebagai Partisipasi Warga Negara dalam Pembangunan
Pendekatan kolaboratif ini juga mencerminkan upaya Direktorat Jenderal Pajak dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan di Indonesia. Melalui transformasi digital layanan perpajakan serta komunikasi yang inklusif dan relevan dengan kehidupan sosial masyarakat, DJP terus mendorong terciptanya budaya kepatuhan pajak yang lebih baik.
Dengan demikian, pajak tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, tetapi juga sebagai bentuk partisipasi aktif warga negara dalam membiayai pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan bersama.
Sumber Resmi:
Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
Amid the Annual Tax Return reporting period, the Tax Service Office (KPP) Pratama Kendari has intensified its tax compliance education through approaches that are closer to the community. One initiative was carried out by collaborating with religious leaders during the Pekan Panutan program held at the Santo Clemens Mandonga Catholic Parish Church in Kendari City on Thursday (10/4). The activity was packaged in the form of a public appeal video encouraging taxpayers to submit their Annual Tax Returns. The video will be distributed through various digital media platforms to reach taxpayers more broadly and effectively.
Catholic religious leader RD Stephanus Chandra emphasized that tax compliance aligns with the moral values taught in religious life. According to him, obedience and responsibility should not only be practiced in spiritual life but also in civic duties, including fulfilling tax obligations honestly and on time. He also noted that fulfilling tax responsibilities represents a real contribution to society and the nation.
During the event, RD Stephanus Chandra also reminded taxpayers that the Annual Tax Return reporting process has become easier with the implementation of Coretax DGT, a modern and integrated digital tax system. In addition, the government has extended the deadline for submitting Individual Income Tax Annual Returns until 30 April 2026, providing taxpayers with additional time to fulfill their obligations. He encouraged taxpayers to take advantage of this convenience and avoid delaying their tax reporting, as compliance represents a tangible contribution to national development.
The Head of KPP Pratama Kendari explained that involving religious leaders is part of a broader strategy to build wider and more sustainable tax awareness. Religious figures play a significant role in conveying messages that not only provide information but also resonate with moral values and the collective awareness of society. This approach is considered effective in strengthening public understanding of the importance of tax compliance.
This collaborative initiative also reflects the Directorate General of Taxes’ efforts to strengthen public trust in Indonesia’s tax system. Through digital transformation in tax services and inclusive communication that connects with community values, DGT continues to encourage a stronger culture of tax compliance.
Ultimately, taxes are not merely administrative obligations but also represent active civic participation in financing development and promoting shared prosperity.
Official Source:
Directorate General of Taxes (DGT)
Butuh Konsultan Pajak?
DATC adalah partner strategis Anda untuk urusan perpajakan, akuntansi, dan audit di wilayah Malang Raya. Dapatkan solusi profesional yang akurat dan terpercaya.